Pakai Motor Bekas Perang – Untuk beberapa orang, becak motor dikira bagaikan salah satu simbol yang menempel pada Kota Ajang. Tetapi, nyatanya di Kota Pematang Siantar, Sumatra Utara, pula memiliki moda pemindahan khas istimewa yang mendekati dengan becak motor yang terdapat di Kota Ajang, ialah becak siantar.

Becak siantar ini amat populer serta mempunyai narasi asal usul yang mendalam untuk masyarakat Kota Pematang Siantar. Alasannya, motor yang dipakai pada pemindahan ini ialah motor aset Belanda pada era Perang Bumi II.

Istimewanya lagi, sepeda motor yang dipakai merupakan motor merk Birmingham Small Arm( BSA). Motor besar berumur bermesin 350 cc sampai 500 cc yang amat sangat jarang di bumi.

Selanjutnya fakta- fakta menarik mengenai becak yang jadi karakteristik khas Kota Pematang Siantar ini.

Mesin Lusuh yang Tidak Terpakai

Dikutip dari Liputan6. com, pada tahun 1950- an, banyak motor BSA yang tidak terpakai serta terbengkalai sedemikian itu saja di sudut- sudut Kota Pematang Siantar. Masyarakat dekat setelah itu memakainya bagaikan mesin pembujuk becak.

Awal mulanya, cuma terdapat dekat 20 sampai 30 orang pembujuk becak ini. Bberapa di antara lain merupakan pensiunan pejuang kebebasan.

Mulai dikala seperti itu motor ini jadi moda pemindahan khas yang diganti jadi becak motor. Jumlahnya kurang lebih menggapai 400 bagian.

Alat transportasi Perang Bumi II

Pada umumnya umur BSA yang digunakan menggapai 60 tahunan. Awal mulanya, motor ini terbuat buat alat transportasi perang. Paling utama buat kebutuhan tentara Inggris serta angkatan kawan melawan Jerman dalam era Perang Bumi II.

Dibawa serta Dibiarkan Langsung oleh Belanda

BSA sendiri masuk ke Indonesia pada era revolusi raga, ialah sehabis kebebasan sampai 1949. BSA menabur ke tiap wilayah sisa kekuasaan belanda, tercantum Siantar. Motor ini dibawa langsung oleh penguasa Belanda buat pasukannya.

Tetapi, dikala angkatan kawan kembali sebab akad rukun, mereka tidak bawa kendaraannya itu. BSA juga dibiarkan sedemikian itu saja hingga setelah itu orang lokal memandang kemampuan dari gundukan rosokan itu.

Pada umumnya Pengendaranya Orang Jawa

Dikutip dari indonesiakaya, walaupun beroperasinya di Sumatra Utara, tetapi nyatanya juru mudi becak motor ini pada umumnya orang Jawa.

Kehadiran becak motor ini saat ini telah dilestarikan. Salah satunya terdapat yang terpajang di Museum T. B Silalahi Center di Dusun Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir. Motornya sendiri tidak diizinkan buat pergi dari area Kota Pematang Siantar.

Dijadikan Monumen Simbol Kota Pematang Siantar

Saking populer serta istimewanya becak motor ini, dibuatlah suatu monumen dengan simbol becak siantar yang sudah ditetapkan pada tahun 2016 kemudian. Monumen itu dinamai dengan Monumen Becak Siantar. Perihal ini jadi fakta kalau kehadiran pemindahan khas kota itu hendak senantiasa menempel untuk Kota Pematang Siantar sekalian di batin warganya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *