Kabupaten Jombang, jadi salah satu wilayah yang tidak dapat dilepaskan dari asal usul peperangan kebebasan NKRI. Dari Kota Santri inilah, pertempuran 10 November 1945 tercetus.

Puluhan ribu santri turun ke mendan pertempuran buat menggempur serta mengusir angkatan kawan yang masuk ke Surabaya. Ajaran jelas para malim Nahdliyin di dasar aba- aba KH. Hasyim Asyari jadi pelecut antusias anak muda serta santri mengusir kolonialis dari Dunia Bumi.

Tidak bingung bila, Kepala negara awal RI, Ir. Soekarno sedemikian itu dekat dengan penggagas Pondok Madrasah Tebuireng, Jombang itu. Di mata Soekarno, KH. Hasyim Asyari tidak cuma hingga ajengan, tetapi pula guru yang senantiasa jadi tempat estimasi Soekarno dalam memastikan kebijaksanaan.

Sesungguhnya, Kabupaten Jombang jadi wilayah yang tidak asing untuk Kepala negara Soekarno. Figur proklamator ini, nyatanya sempat bermukim di Kota Santri. Bersama keluarganya, Soekarno kecil sempat bermukim di area Gang Tersumbat, di Dusun Rejoagung, Kecamatan Ploso.

” Dikala aku sedang kecil, bisa narasi dari bunda aku jika Bung Karno sempat bermukim di rumah ini. Narasi itu turun temurun dari keluarga aku. Dari owner tanah pula memperoleh narasi yang serupa,” tutur Khoirul Anam, pengawal halaman rumah rumah Ir. Soekarno dikala berbicara dengan SINDOnews.

Menapaki Jejak Kepala negara Awal RI, Ir Soekarno di Kota Santri

Laki- laki berumur 46 tahun ini mengatakan, tempat bermukim Bung Karno ketika kecil ini amat simpel. Mengarah ke utara, dimensi rumah itu cuma 15 x 6 m persegi. Tidak terdapat tembok bata, cuma rajutan bambu yang jadi tembok gedung rumah itu.

Di bagian depan, tutur Khoirul, ada teras yang lazim dipakai Soekarno kecil buat main. Setelah itu suatu ruang pengunjung, dan 2 kamar tidur serta satu suatu dapur. Sebaliknya di bagian balik, ada suatu kamar mandi dan sumber yang terpisah dari gedung penting.

” Temboknya dari rajutan bambu, cuma pondasinya saja yang dibuat dari aturan bata merah. Sebaliknya pilar cagak rumah dari kusen asli,” tutur Khoirul.

Sayangnya, tidak banyak jejak aset Bung Karno di rumah itu. Gedung rumah simpel itu cuma bermukim reruntuhan. Semua gedung itu roboh 5 tahun dahulu. Selang satu tahun sehabis si pengawal rumah saat sebelum Khoirul tewas bumi. Sehabis 20 tahun melindungi rumah era kecil Bung Karno itu.

” Seluruhnya telah tumbang, cuma bermukim kamar mandi saja sedang berdiri dan suatu sumber yang sedang berperan. Jika bangunannya telah roboh tahun 2015 kemudian,” nyata Khoirul sambil membuktikan puing- puing sisa rumah era kecil Bung Karno.

Narasi Soekarno kecil sempat bermukim di Kabupaten Jombang, pula diamini ahli sejarah asal Jombang, Dian Sukarno. Apalagi, fakta- fakta Bung Karno sempat bermukim di Jombang, pula dituliskannya dalam novel bertajuk Candradimuka setebal 270 laman.

Menapaki Jejak Kepala negara Awal RI, Ir Soekarno di Kota Santri

Bagi Dian Sukarno, kenyataan terdapatnya rumah era kecil Bung Karno di Gang Bung Dusun Rejoagung, Kecamatan Ploso itu, didapatkannya dikala dirinya melaksanakan pencarian. Kala itu, beliau tengah melaksanakan pengerukan data- data asli buat kebutuhan penyusunan novel itu.

” Aku menemui sebagian figur yang sangat sepuh di situ( dekat rumah Bung Karno). Diantara mantan pengawal Sekolah yang jadi tempat bekerja Raden Soekeni Sosrodihardjo( ayah Bung Karno),” jelas Dian.

Tidak hanya dengan mantan pengawal sekolah, terdapat sebagian pangkal yang pula dimintai penjelasan oleh Dian terpaut kehadiran rumah era kecil Bung Karno. Tercantum melaksanakan kir langsung ke rumah di Gang Tersumbat yang disebut- sebut jadi tempat bermukim Bung Karno yang saat ini sudah tumbang itu.

” Durasi aku tiba ke rumah itu, sedang utuh belum tumbang bangunannya. Nah, bersumber pada penjelasan dari bermacam pangkal, kesimpulannya aku beriktikad kalau itu memanglah rumah Bung Karno durasi kecil. Di sana Bung Karno sempat bermukim bersama orang tuanya,” jelasnya.

Sedangkan itu, dalam novel bertajuk Ida Cantik Nyoman Rai Bunda Bangsa cetakan Kemang Aksara Pedepokan berkolaborasi dengan Perguruan tinggi Kebangsaan Jakarta, tahun 2012, dengan cara gamblang mengatakan bila Soekarno memanglah sempat bermukim di Jombang. Dalam novel yang mengupas mengenai bunda kandungan Bung Karno itu dituliskan dikala jadi masyarakat warga Dusun.

Pada Ayat IV, Ida Cantik Nyoman Rai Srimben sempat menjajaki suaminya, Raden Soekeni Sosrodihardjo. Kala itu, papa Bung Karno itu, memperoleh kewajiban jadi Juru Guru ataupun kepala sekolah di area Kecamatan Ploso. Raden Soekeni bekerja dari tahun 1901 sampai tahun 1907.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *