Utama Jenderal Abdul Haris Nasution- Kepala Karyawan Angkatan Darat

( KSAD)– merasa jemawa. Pembedahan Jelas konsepnya sukses menumpas daya PRRI di Minggu Terkini. Tetapi sayangnya, pekik sorai kemenangan belum seluruhnya membela pada Nasution. Kejutan lekas terjalin di Ajang.

“ Pada 16 Maret 1958, jam 04. 00, bekas Utama Nainggolan bersama Yon 131 arahan Utama Henry Siregar yang sudah dipengaruhinya, meregang kewenangan di Ajang,” catat Makmun Salim dari Pusat Asal usul ABRI dalam Sedjarah Operasi- Operasi Kombinasi kepada PRRI- Permesta.

Hari itu, kota Ajang diacak- acak oleh Nainggolan. Bank- bank yang terdapat dikuras. Duit hasil copetan itu dipakai Nainggolan bagaikan pemikat untuk banyak orang yang ingin turut dan dalam aksinya.

Utama Nainggolan( lengkapnya merupakan Boyke Nainggolan) tidaklah opsir asal- asalan. Bagi ahli sejarah Audrey Kahin serta George McTurnan Kahin dalam Sabotase bagaikan Politik Luar Negara: Menyingkapkan Keikutsertaan CIA di Indonesia, opsir Batak Toba itu dikira bagaikan salah seseorang opsir tempur Angkatan Bumi terbaik. Aksi Nainggolan sendiri memahami kota Ajang sekedar buat mensupport makar wilayah yang menuntut hak independensi dari penguasa pusat. Pembedahan tentara itu diberi isyarat“ Sabang Merauke”.

Cerita Keretakan Angkatan Darat

Suasana kala gerombolan Nainggolan meregang kota Ajang direkam oleh Hoegeng Kepercayaan Santoso yang durasi itu berprofesi posisi kepala reserse pidana Sumatra Utara. Hoegeng mengenang, gerombolan Nainggolan pada jam 03. 30 mulai melepaskan dasar AURI di Polonia dengan tembakan- tembakan meriam katak. Hoegeng sendiri disebut- sebut bagaikan“ administratur pusat” oleh gerombolan Nainggolan serta masuk dalam catatan yang hendak dibekuk.

“ Aku ndak ketahui Utama Boyke merupakan PRRI. Belum lama aku ketahui, kita diundang sebab PRRI ingin ketahui siapa yang sedang terdapat serta butuh diculik,” tutur Hoegeng pada wartawati Tempo Leila S. Chudori pada 22 Agustus 1992 dalam bagian ketiga Biografi Senarai Kiprah Asal usul.

Dikala Ajang dipahami gerombolan Nainggolan, Kolonel Gram. P. H. Djatikusumo– Delegasi KSAD atau Ketua Pembedahan Tentara Sumatra- merupakan administratur Tentara Nasional Indonesia(TNI) Angkatan Bumi paling tinggi di kota itu. Alasannya, Kolonel Maludin Simbolon- Panglima Kodam Busut Barisan– sudah lebih dulu membelot pada PRRI. Sedangkan itu, Kepala Karyawan Kodam Busut Barisan Letkol Djamin Gintings yang sedang patuh pada negeri menyingkir ke Sibolangit Tanah Karo. Djatikusumo sendiri merupakan opsir berdarah ningrat bergelar Baginda Pangeran Harjo Djatikusumo. Pangeran Solo itu ialah putra ke- 23 dari Susuhunan Pakubuwono X.

Drama Malam Natalan: Cerita Penahanan Simbolon

“ Djatikusumo yang terletak di kota terdesak mengungsi ke Belawan mencari proteksi pada ALRI,” tutur Soegih Arto dalam otobiografinya Sanul Daca: Pengalaman Individu Letjen( Pur) Soegih Arto. Soegih Arto pada durasi itu berprofesi panglima Aba- aba Tentara Kota Besar( KMKB sebanding Kodim).

Bagi Audrey Kahin, walaupun bertabiat sedangkan, Pembedahan Sabang Merauke dapat dikira berhasil dengan cara politis. Tidak hanya tingkatkan posisi payau di hadapan penguasa pusat, aksi Nainggolan di Ajang mengangkut antusias arahan PRRI di Sumatra Barat. Bagaikan memo, psikologis gerombolan PRRI Sumatra Barat arahan Kolonel Ahmad Husein luang ambruk kala hadapi kegagalan di Minggu Terkini.

“ Sjafruddin( Kesatu Menteri tipe PRRI) menyanjung Pembedahan Sabang Merauke buat menghindari kocar- kacirnya daya tentara Husein di Sumatra Barat,” catat Audrey Kahin dalam Dari Makar ke Integrasi Sumatra Barat serta Politik Indonesia, 1926—1998 yang mengambil akta PRRI.

Pembedahan Bersama Meleburkan Sumatera

Pengakuan dari Sjafruddin Prawiranegara itu tercetak dalam suratnya yang bertanggal 18 Mei 1958. Sjafruddin berkata kalau pertahanan mereka di Sumatra Barat bisa jadi sudah roboh jika Ajang tidak“ meletus” pada 16 Maret 1958. Meletusnya Ajang membagikan peluang untuk Kolonel Husein membuat kapal yang kokoh di tepi laut barat Sumatra.

“ Bagaimanapun hingga dikala ini akibat mereka, meski tidak besar, sedang terasa, pada seluruh bagian angkatan serta polisi,” catat Sjafruddin semacam diambil Kahin.

Sedangkan itu, Di Jakarta, Nasution kembali putar ide buat meredam pergolakan di Sumatra. Opsir melarang Batak Toba bernama Boyke Nainggolan yang membangkang itu sudah membuat kalkulasi sungguh- sungguh menurutnya. Nasution juga lekas menata siasat buat membekuk Boyke Nainggolan ataupun pentolan PRRI yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *