Sunan ambu menarangkan kalau wujud wanita yang secantik dirinya cuma hendak ditemui Pangeran Guruminda di dunia manusia. Tetapi bila pangeran Guruminda bersikeras mau menemui perempuan cocok keinginannya itu, ia wajib berangkat ke dunia tidak dalam wujud pangeran Guruminda yang gagah serta tampan, melainkan wajib dalam bentuk penyamaran berbentuk lutung.” Lutung kasarung namamu.” Kata sunan Ambu.” Apakah engkau bersedia melaksanakannya?”

Pangeran Guruminda melaporkan kesediannya. Sehabis menjelma jadi seekor Lutung Kasarung, Pangeran Guru Minda lekas turun ke dunia manusia. Ia datang di hutan. Dalam waktu pendek saja Lutung Kasarung telah jadi raja para lutung serta kera dihutan tersebut. Perihal ini sangat normal sebab tidak terdapat kera serta lutung yang sanggup menandingi kesaktian, kecerdasan serta kekuatan dari Pangeran Guruminda.

Lutung Kasarung mengenali keburukan serta kekejaman dari Purbararang yang bertakhta bagaikan ratu di kerajaan Pasir Batang. Lutung Kasarung ataupun Pangeran Guruminda betul- betul mau berikan pelajaran kepada Ratu yang kejam tersebut. Hingga, kala ia mendengar rencana Purbararang mencari hewan kurban di hutan, Lutung Kasarung membiarkan dirinya ditangkap oleh orang- orang suruhan Purbararang.

Saat sebelum dijadikan hewan kurban, Lutung Kasrung seketika mengamuk serta memunculkan kehancuran di istana Pasir Batang. Para prajurit kerajaan Pasir Batang yang bernazar menangkapnya terbuat tidak berdaya. Kalang kabut seluruh yang bernazar meringkusnya. Lutung Kasarung kayaknya membuktikan permusuhan dengan seluruh prajurit Kerajaan Pasir Batang.

Memandang keadaan prajuritnya yang terus terdesak. Purbararang memohon Uwak Barata buat menjinakan Lutung Kasarung. Anehnya dikala Uwak Batara maju ke medan laga, Lutung Kasarung semacam tidak bernazar menyakiti Uwak Batara. Apalagi dikala Uwak Batara menangkapnya Lutung Kasarung tidak melawan. Purbararang lekas memohon Uwak Batara membuang Lutung Kasarung ke hutan dimana Purbasari diasingkan. Ia menghendaki Purbasari tewas dimangsa Lutung Kasarung yang dianggapnya bagaikan hewan buas.

Uwak Batara Lengser bawa Lutung Kasarung ke hutan dimana Purbasari diasingkan. Uwak Batara Lengser percaya kalau Lutung Kasarung tidaklah hewan biasa, oleh sebab itu ia membagikan pesan kepada Lutung Kasarung dikala mereka berjumpa Purbasari.” Lutung, puteri yang dikala ini terdapat didepanmu merupakan gadis dari Prabu Tapa Agung. Dia merupakan Gadis yang baik hati serta sepatutnya jadi Ratu Kerajaan Pasir Batang. Cuma sebab kekuatan jahatlah ia diasingkan serta tersingkir ke hutan ini. Oleh sebab itu hendaklah engkau melindungi junjungan kami ini.”

Lutung Kasarung menganggukan kepala ciri paham. Hingga semenjak dikala itu Lutung Kasarung jadi penjaga sekalian jadi teman dekat Purbasari. Dengan hadirnya Lutung Kasarung disisinya membuat kesedihan Purbasari lama- lama lenyap. Ia memperoleh teman yang menghibur serta melindunginya. Buat penuhi kebutuhan tiap hari, Lutung Kasarung memerintahkan para kera buat bawa santapan serta buah- buahan buat Purbasari. Kelembutan hati, kebaikan serta watak baik Purbasari membuat Lutung Kasarung terus menjadi lama terus menjadi sayang kepada Purbasari. Sebaliknya perilaku tanggung jawab, kepemimpinan serta kecerdasan dari Lutung Kasarung membuat Purbasari jadi jatuh cinta. Terus menjadi lama mereka merasa tidak bisa dipisahkan lagi.

Tanpa dikenal Purbasari, Lutung Kasarung meminta kepada ibundannya Sunan Ambu buat dibuatkan halaman yang indah dengan tempat pemandian buat Purbasari. Sunan ambu lalu memerintahkan para dewa serta para bidadari turun ke bumi buat mewujudkan kemauan dari putranya. Para Dewa serta Bidadari membuatkan halaman serta tempat mandi yang sangat indah buat Purbasari. Pancurannya dibuat dari emas murni. Bilik serta lantainya dibuat dari batu pualam. Air telaga yang mengalir berasal dari telaga kecil yang murni bersih serta dengan doa- doa dari para dewa. Para Dewa serta Bidadari menyebut halaman yang indah itu Jamban Salaka. Tidak hanya dibuatkan telaga serta halaman yang indah, para bidadari mempersiapkan sebagian baju indah buat Purbasari. Baju itu sangat indah serta lembut. Dibuat dari awan yang lembut dengan hiasan batu- batu permata dari dalam lautan. Tidak terdapat baju di dunia ini yang sanggup menandingi keelokan baju Purbasari.

Pada dikala memandang telaga dengan pancuran yang indah. Purbasari lekas bernazar mandi buat mensterilkan diri. Pada dikala seperti itu boreh kutukan yang melekat di wajah serta badannya lama- lama lenyap. Kecantikannya sudah kembali. Lutung Kasarung yang memandang perihal tersebut jadi terperangah tidak menyangka orang yang sepanjang ini disayangi nyatanya perempuan yang sangat menawan memesona. Apalagi kecantikan Purbasari bisa mengalahkan kecantikan dari Sunan Ambu. Lutung Kasarung serta Purbasari sangat bahagia dengan kondisi ini. Meski Purbasari sudah kembali kewujudnya yang menawan rupawan, kasih sayang Purbasari terhadap Lutung Kasarung tidak menurun, malah dapat dikatakan terus menjadi meningkat.

Berita menimpa kembalinya kecantikan Purbasari didengar Purbararang. Purbararang tidak yakin dengan kabar ini, ia masih yakin diri sebab ketahui kalau boreh yang disemburkan kepada Purbasari memiliki kutukan yang sangat jahat serta kokoh. Purbararang lalu mengajak tunangannya buat memandang kebenaran kabar tersebut. Betapa kagetnya ia memandang Purbasari sudah kembali kesosok nya yang menawan rupawan. Purbasari nampak terus menjadi memesona dengan balutan baju dari para bidadari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *