Jodoh Dono Ditunjukkan Jailangkung – Pasangan terdapat di tangan Tuhan. Tetapi, orang wajib berupaya buat mencarinya. Alhasil tiap orang memiliki narasi gimana memperoleh pendamping hidupnya. Ceritanya terdapat yang lazim, berliku, apalagi luar lazim, semacam Dono yang jodohnya ditunjukkan jailangkung. Bisa yakin, bisa tidak, leluasa saja.

Kala bersandar di kursi SMP, Ajaran Sardono, yang setelah itu diketahui besar bagaikan Dono, bermain jailangkung dengan adik, abang, serta ibunya. Kakaknya bertanya pada jailangkung, siapa kekasih Dono serta asalnya dari mana. Jailangkung itu menulis: Titi Kusumawardhani dari Madiun.

“ Iya memanglah sempat bermain jailangkung kala SMP dahulu, kita rame- rame, terdapat abang serta bunda aku. Yang lucu memanglah dikasih ketahui calonnya dari Madiun namanya Titi,” tutur Rani Toersilaningsih( 65 tahun), adik Dono yang saat ini jadi dosen FE UI, pada Historia. id.

Kesimpulannya, Dono berjumpa dengan pasangan yang ditunjukkan jailangkung itu: Titi Kusumawardhani yang lazim disapa Didiet.

Majalah Tempo, 17 November 1979, memberi tahu, durasi itu, Dono, badan Gerai Kopi Prambors, berbulu panjang serta gunakan celana pendek, membentak- bentak Didiet yang diplonco kala ingin masuk bidang Fakultas Ilmu- ilmu Sosial( FIS) UI pada 1974. Walaupun begitu, di akhir perploncoan, Didiet memilah Dono bagaikan tua yang sangat disukainya.

Dono serta Didiet setelah itu menjalakan kasih sampai ke tahapan perkawinan pada 13 November 1979. Dono berkata mau memiliki 2 anak saja, tetapi nyatanya dikaruniai 3 anak: Andika Aria Sena, Damar Mutahir Wicaksono, serta Satrio Sarwo Trengginas.

“ Tetapi aku tidak mau anak aku jadi angkatan,” tutur Dono diambil Tempo.

Betul saja, anak Dono tidak terdapat yang jadi angkatan. Anak awal jadi broadcaster, anak kedua dosen apalagi pembelajaran doktoralnya metode nuklir, serta yang ketiga wartawan.

Kala ditanya, apakah hendak lalu melucu sehabis menikah?“ Hidup ini rasanya lebih lezat dengan banyolan,” tutur Dono yang dikala itu jadi asisten dosen di Unit Ilmu masyarakat FIS UI.

Tetapi, kenapa dalam acara pernikahannya, Dono tidak melucu. Dono memiliki balasan ampuh:“ Aku mau sungguh- sungguh buat sekali ini saja. Jika aku wajib melucu, lebih bagus undangannya aku jual.”

Pertanyaan jodohnya itu, Tempo mengatakan, Dono sempat diingatkan oleh ibunya yang tewas 3 bulan saat sebelum perkawinan Dono.“ Calon istrimu itu benar semacam yang dibilang jailangkung dahulu,” tutur ibunya.

Menariknya, seseorang pembaca bernama Jose Alves S. dari Desa Poetete, Kabupaten Ermera, Timor Timur, mengirim pesan bertanya siapakah jailangkung itu:

“ Pada Tempo, 17 November, Utama& Figur mengenai Wahjoe Sardono, diklaim kalau mendapatkan istri cocok petunjuk jailangkung. Bagaikan masyarakat provinsi paling muda RI, bolehkah kita ketahui siapakah jailangkung itu? Dapatkah sidang pengarang ataupun Wahjoe Sardono berikan uraian? Sebab mungkin serupa dengan kondisi di wilayah kita, di mana agama Zentiu mengarahkan yakin pada batu atau kusen.”

Sidang pengarang menanggapi:“ Jailangkung merupakan boneka simpel yang dapat terbuat sendiri, yang dengan‘ jampi- jampi’ khusus dikira dapat menanggapi bermacam persoalan abnormal.( Dono bisa menaikkan. Kan kalian yang memiliki pertanyaan?).”

Agaknya di antara pembaca terdapat yang ingin berupaya bermain jailangkung bikin bertanya siapa jodohnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *