Jadi Hari Sadis 2 November Impunitas Kejahatan Seluruh Dunia

Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menentukan 2 November sebagai “Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas atas Kejahatan terhadap Jurnalis” di dalam Resolusi Sidang Umum A / RES / 68/163.

Resolusi selanjutnya mendesak Negara-negara anggota untuk menerapkan langkah-langkah tentu yang melawan budaya impunitas pas ini. Tanggal selanjutnya dipilih di dalam rangka memperingati pembunuhan dua jurnalis Prancis di Mali terhadap 2 November 2013.

Kedua wartawan itu adalah Ghislaine Dupont (57) dan Claude Verlon (55) yang diculik dan ditembak mati oleh apa yang disebut para pejabat Prancis sebagai group teroris. Insiden itu berlangsung sesudah mereka mewawancarai seorang juru bicara separatis Tuareg di kota bergolak Kidal, Mali Timurlaut, terhadap Sabtu 2 November 2013.

“Operasi ini merupakan pembalasan atas kejahatan yang dikerjakan Prancis terhadap rakyat Mali dan pekerjaan pasukan Afrika dan internasional terhadap Muslim Azawad,” kata group teroris Alqaeda di AQIM.

Kantor berita Sahara Medias melaporkan pembunuhan selanjutnya merupakan ‘utang minimum’ yang kudu dibayar orang Prancis dan Presiden pas itu, Francois Hollande.

Menurut kantor berita itu, pembunuhan selanjutnya dikerjakan oleh sebuah satuan yang dipimpin komandan Tuareg, Abdelkrim Targui, yang punya kedekatan bersama dengan Abou Zeid –salah satu pemimpin utama group itu di Mali yang tewas di dalam pertempuran bersama dengan pasukan Prancis di Mali utara terhadap akhir Februari.

Resolusi Sidang Umum A / RES / 68/163 pun mengutuk seluruh serangan dan kekerasan terhadap jurnalis dan pekerja media.

PBB termasuk mendesak Negara-negara Anggota untuk jalankan yang paling baik untuk mencegah kekerasan terhadap jurnalis dan pekerja media, untuk meyakinkan akuntabilitas, mengadili para pelaku kejahatan terhadap jurnalis dan pekerja media, dan meyakinkan bahwa para korban punya akses ke pemulihan yang sesuai.

Undang-undang selanjutnya menyerukan kepada negara-negara untuk mempromosikan lingkungan yang safe dan kondusif bagi jurnalis untuk jalankan pekerjaan mereka secara berdiri sendiri dan tanpa campur tangan yang tidak semestinya.

Dalam 14 th. terakhir (2006-2019), hampir 1.200 jurnalis tewas karena melaporkan berita dan memberikan informasi kepada publik. Sembilan berasal dari 10 kasus, para pembunuh jurnalis tidak dihukum atas kejahatan tersebut.

Impunitas atau keadaan tidak mampu dipidana udah membuat lebih banyak pembunuhan dan seringkali jadi gejala berasal dari konflik yang akan memburuk dan kerusakan sistem hukum dan juga peradilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *