Humaniora – Cerita Rakyat Indonesia 2020

Cerita rakyat sanggup diartikan sebagai cerita dari zaman dahulu yang hidup di kalangan rakyat dan diwariskan secara turun temurun dengan lisan. Dalam perkembangannya, cerita rakyat tidak cuma diwariskan dengan lisan tapi sudah banyak cerita rakyat yang dicetak berwujud buku maupun tempat Online. Dilihat dari isi, cerita-cerita rakyat sanggup digunakan sebagai tempat pembelajaran budi pekerti, sopan santun, tata karma, etika yang mengasyikkan bagi anak-anak yang tengah tumbuh berkembang jiwanya.

Tokoh-tokoh terhadap cerita rakyat mencerminkan sifat-sifat manusia yang terbagi dalam dua segi yaitu manusia yang berbudi luhur misalnya rendah hati, senang menolong, tenggang rasa, tepa selira, berani membela kebenaran, senang bekerja keras, dsb. Sisi yang lain adalah manusia yang tidak berbudi luhur misalnya sombong, tinggi hati, gila kekuasaan, menghendaki menang sendiri, tidak acuhkan dengan orang lain, dsb. Penyampaian cerita rakyat terhadap anak dimaksudkan supaya sehabis mendengar atau membaca cerita rakyat diinginkan anak sanggup membedakan antara karakter yang baik dan yang buruk, yang terhadap akhirnya anak sanggup mengembangkan karakter yang baik dan melenyapkan karakter yang jelek di lantas hari.

Pada perkembangannya, cerita rakyat yang miliki nilai tinggi selanjutnya misalnya Melin Kundang (cerita rakyat Sumatera), Layar Terkembang (karya Sutan Takdir Ali Syahbana) seakan tergeser sejalan dengan pertumbuhan teknologi di jaman globalisasi ini. Anak-anak lebih menyenangi cerita-cerita kontemporer seperti Doraemon, Detektif Konan, Naruto, atau Dragon Bal yang nyaris tiap-tiap hari disiarkan oleh beberapa stasiun televisi.

Mereka sudah jarang sekali mendengar cerita Ibu Bapaknya tentang cerita-cerita rakyat seperti : Waso (dari Irian Jaya), Bawang Merah-Bawang Putih atau Timun Mas, dan sebagainya. Anak-anak lebih akrab dengan layar kaca dari terhadap membaca buku-buku cerita rakyat yang ada. Jika hal ini berlanjut, pengaruh yang tidak cukup baik bakal berjalan terhadap pendidikan anak bangsa di jaman depan. Padahal kelak mereka adalah penanggung jawab kelangsungan jaman depan bangsa ini.

Kondisi ini diperburuk ulang dengan situasi bangsa yang kacau balau dewasa ini. Dimana-mana tersedia kerusuhan, tindakan anarkis, main hakim sendiri. Anak-anak sanggup mengetahui dan mendengar peristiwa-peristiwa yang semuanya memiliki kandungan unsur kekerasan itu dengan gampang melalui tempat cetak atau elektronik. Jutaan anak bangsa secara tidak segera sudah diracuni oleh situasi dan situasi dari beberapa wujud kekerasan yang terjadi. Mereka seakan tidak mengenal ulang citra bangsa ini yang sejak pernah sudah tenar dengan adat ketimurannya yaitu : sopan santun, halus budi pekertinya, dan halus pula budi bahasanya. Kata-kata yang banyak mereka kenal saat ini adalah kalimat hujatan, cemoohan, dan caci maki.

Peranan keluarga jadi terlalu penting untuk mengangkat ulang cerita-cerita rakyat sebagai sarana pembelajaran budi pekerti luhur bagi anak bangsa ini, gara-gara di dalam suatu tatanan masyarakat, baik itu di Indonesia atau di luar negeri tersedia sejumlah nilai-nilai universal yang berlaku yang sanggup di ambil dari cerita-cerita rakyat. Selain instansi keluarga, lembaga-lembaga pendidikan sekolah, mulai dari pendidikan Pra sekolah (taman kanak-kanak), hingga pendidikan menengah terlalu berperan dalam menghidupkan ulang cerita-cerita rakyat yang selama ini nyaris terlupakan.

Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah, baik bhs Daerah, bhs Indonesia, bhs Inggris atau IPS (Sejarah), dirasa tidak cukup berikan area untuk penyajian materi yang tersedia kaitannya dengan apresiasi cerita-cerita rakyat. Dengan demikianlah secara resmi anak-anak tidak cukup beroleh materi tentang pengenalan cerita rakyat. Oleh gara-gara itu kini saatnya, kita sebagai orang tua dalam keluarga mari menyempatkan saat sejenak untuk memulai ulang bercerita tentang cerita rakyat kepada anak-anak kita, demi jaman depan mereka.

KANDUNGAN NILAI-NILAI MORAL DALAM CERITA RAKYAT

A. Nilai moral Kepribadian

Nilai moral kepribadian ialah nilai yang mendasari, menuntut tindakan hidup khusus atau individu manusia, dengan langkah dan obyek yang benar. Ada beberapa nilai moral kepribadian yang sanggup digali dari cerita rakyat, di antaranya :

1. Jujur/ke tidak jujuran, yang meliputi sikap ke tidak jujuran menyebabkan saling ragu dan keresahan, kebohongan dipergunakan asal untuk kebaikan dan kebohongan itu terhadap dasarnya menyebabkan celaka. Bagi diri sendiri maupun orang lain kejujuran bakal membuahkan kebahagiaan dan kepuasan batin, namun ke tidak jujuran mengakibatkan kehancuran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *