Eksemplum Cerita Rakyat 2020

– Teks eksemplum ialah karya yang isinya menceritakan tentang peristiwa atau pengalaman hidup seseorang. Peristiwa berikut dituangkan dalam teks bersama dengan tujuan, supaya tidak terulang kembali di sesudah itu hari. Baik penulis, pembaca, maupun tokoh dalam cerita sanggup menyita amanat dari teks eksemplum yang dipaparkan.

Berikut umpama teks eksemplum tentang cerita rakyat: Contoh I Pada suatu kala, hiduplah tiga pohon berdampingan. Sebut saja pohon Do, pohon Re, dan pohon Mi. Pohon Re sering diejek pohon-pohon lain, juga Do dan Mi. Baca juga: Teks Eksemplum: Pengertian, Struktur, Ciri-ciri, dan Contohnya Pohon Re pendek, banyak duri, dan daunnya tidak cantik. Hal itu membuatnya jadi minder, rendah diri, dan kurang bersyukur.

Pohon Do sering mengejeknya. Pohon Do memperbandingkan bersama dengan dirinya yang kuat dan kokoh, batang dan rantingnya begitu gagah dan menjulang tinggi. Pohon Mi tak rela kalah. Ia menyombongkan daunnya yang cantik. Saking cantiknya, tiap tiap tersedia orang datang, mereka menyita daun dari Pohon Mi. Sampai suatu hari daunnya habis. Pohon Mi jadi gundul. Pohon Re berupaya menghibur Pohon Mi. Suatu kala daun-daunnya pasti akan tumbuh lagi. Pohon Do jadi menertawakan Pohon Mi. Ia membanggakan dirinya sebagai pohon paling baik di dunia. Esoknya beberapa orang datang dan menebang Pohon Do.

Mereka menebang pohon itu untuk dijadikan rumah. Dari perihal berikut Pohon Re jadi lebih besyukur. Meski ia tidak secantik atau segagah pohon lain, kelebihan yang tersedia terhadap Pohon Re membuatnya senantiasa hidup. Ia tidak kembali minder dan rendah diri karena tiap tiap individu pasti punyai keunikannya masing-masing. Contoh II Kancil adalah hewan yang cerdik. Kecerdikannya sering menyebabkan hewan-hewan lain jengah. Karena kecerdikan itu tidak digunakannya untuk hal baik, tetapi jadi menipu seisi hutan. Mulai dari buaya, kura-kura, kelinci, macan, ular, hingga burung kakak tua pun ditipunya.

Pernah kancil menyebarkan kabar bohong. Ia bilang anak-anak burung kakak tua terlilit di goa dekat air terjun. Burung kakak tua panik. Ia terbang belasan kilometer untuk menyelamatkan anak-anaknya. Baru disadarinya sehabis hingga di goa, bahwa ia sudah ditipu oleh kancil. Suatu hari pemburu datang ke hutan.

Mereka meninggalkan jebakan di pada semak-semak, selanjutnya menyusuri hutan. Rupanya kancil kena perangkap. Ia teriak menghendaki pertolongan. Kebetulan burung kakak tua tengah terbang melewatinya. Kancil minta tolong. Sayangnya, rasa yakin burung kakak tua sudah hilang. Ia takut tertipu lagi.

Maka ia pergi meninggalkan kancil, karena mengira itu cuma akal Bandar Taruhan bulus si kancil semata. Beberapa hewan lain juga sempat melewati kancil, tetapi tak satupun rela menopang kancil. Mereka seluruh pernah ditipu kancil. Sampai kelanjutannya pemburu kembali. Mereka mendapati kancil dan gembira karena sanggup tankapan bagus. Kancil pun dibawa pemburu.

Dari kisah si kancil itu kita sanggup menyita pelajaran bahwa menipu atau berbohong adalah tingkah laku tercela. Berbohong sanggup merugikan dan menyakiti hati orang lain. Bila kita berbohong, orang-orang tidak akan kembali yakin terhadap kita dan tidak rela berteman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *