Dongeng Tentang Si Kancil Dan Seekor Kuda Yang Sombong  – Dongeng Kancil adalah dongeng dongeng klasik yang sangat populer di Indonesia. Kancil dikenal sebagai hewan yang pandai, terkadang cuek dan suka melakukan apapun yang diinginkannya. Karena kecerdikannya, kancil selalu bisa lolos dari bahaya.

Dongeng Tentang Si Kancil Dan Seekor Kuda Yang Sombong

Kisah Kancil sering digunakan untuk mendorong anak menjadi pintar dan membedakan yang baik dari yang buruk. Dongeng Kancil sangat populer di kalangan anak-anak karena sederhana dan mudah dicerna.

Suatu hari, kancil berjalan melintasi tepi hutan. Tadi malam hujan turun deras dan banyak genangan air yang tidak terlihat. Oleh karena itu, kancil harus berjalan naik turun untuk menghindari genangan air tersebut.

Tiba-tiba, seekor kuda muncul. Kuda itu besar, kuat, dan maskulin. Dia bergegas menuju Kancil. Ketika sampai di kancil, kakinya membentur genangan lumpur. Jadi, dia mencipratkan Kancil.

“ Hei kuda! Perlambat, langkahmu ” kata Kancil.

“Haha, kamu yang salah karena kamu tidak gesit. Kalau terkena cipratan seperti itu, itu bukan salahku!” Kata kuda sambil mengejek. Kuda tidak meminta maaf, tapi mengolok-oloknya.

” Jangan menjadi kuda yang sombong! Itu tidak baik, Kau seharusnya meminta maaf bukannya malah menyalahkanku.’’ Ujar Kancil menasehati.

Hei Kancil, aku sama sekali tidak sombong. Saya hanya mengatakan yang sebenarnya. Kamu pasti sangat iri padaku. Aku lebih kuat dan tubuhku lebih besar dan aku berari cepat? ” Ejek sang kuda.

Mendengar hal ini, Kancil merasa sangat terhina. Dia juga menekan amarahnya, dan segera mencari cara untuk menghentikannya. Akhirnya, dia punya ide.

“ oh begitu Kuda ? Bagaimana kalau kita ada perlombaan lari? Kami membuktikan siapa yang bisa berlari kencang.

” Jelas saya akan menang! Tapi baiklah, saya akan menghargai kamu dan menerima tantanganmu!

Akhirnya, mereka pun sepakat untuk mengadakan perlombaan lari besok. Seluruh hutan mendengar berita itu, dan kancil berlatih dengan antusias.

Hari yang ditentukan tiba, dan binatang buas berkumpul. Mereka semua percaya bahwa kuda itu akan memenangkan perlombaan. Namun, kancil tidak patah semangat sama sekali.

Di awal perlombaan, kuda pertama mulai memimpin. Namun, setelah memasuki hutan, kuda-kuda tersebut mulai mengalami kesulitan karena pohon-pohon yang tinggi, akar pohon yang bersilangan, genangan dan semak-semak menutupi jalan dimana-mana.

Berbeda dengan Kancil, ia bergerak cepat dan tidak memiliki rintangan. Karena pelatihannya, dia tahu jalan di hutan dengan sangat baik.

Akhirnya si kancil mencapai garis finis lebih dulu. Tak disangka, semua penghuni hutan bersorak kegirangan.

Sementara itu, kuda mencapai digaris akhir dengan sedikit menahan rasa malunya. Sejak itu, kuda ini jarang terlihat di hutan, dan tidak lagi menyombongkan dirinya sendiri.

Pesan Moral

Moral dari penggambaran cerita anak-anak dengan gambar Kancil dan kuda yang angkuh adalah bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sifat sombong hanya akan membuat orang membenci kita, tidak ada gunanya sama sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *