Dongeng Satwa Purba Yang Bikin Kacau

Versi ketiga di balik lahirnya penamaan Pelaihari berkenaan bersama dongeng era silam yang begitu populer di tengah masyarakat Kabupaten Tanahlaut (Tala), lebih-lebih warga Kota Pelaihari.

“Ada sebuah dongeng yang berkembang di kalangan orang tua pernah bahwa nama Pelaihari berasal berasal dari nama binatang sejenis babi purba yang disebut Pulangari,” sebut Ismail Fahmi, pemerhati sejarah Tala, Jumat (20/11/2020).

Keberadaan babi purba ganas itu juga menjadi cerita asal usul tanah merah yang ada di Kota Pelaihari.

Terutama tanah yang berada di kira-kira Terminal Tanah Habang di kawasan Jalan Kemakmuran dan sekitarnya.

Babi itu berukuran memadai besar sebesar anak kerbau yang berumur dua tahun.

Bulu binatang ini terdiri berasal dari tiga warna yaitu merah, hitam, dan putih.

Karenanya, warga selagi itu berikan gelar Si Tiga Warna.

Babi ini menjarah tanaman apa saja yang ditemukan sehingga terlampau meresahkan warga.

Kawanan babi itu puas bergerombol bersama jumlah mencapai 30-an ekor.

Pulangari adalah pemimpin gerombolan babi-babi liar tersebut.

Karena itulah binatang itu begitu sering disebut-sebut oleh warga sehingga kemudian nama Pelaihari diambil berasal dari nama babi Si Tiga Warna tersebut.

“Lama-kelamaan berasal dari nama Pulangari inilah penyebutannya beralih menjadi Pelaihari,” papar Fahmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *