Dongeng Malaysia Fabel Kancil dan Buaya – Sang Kancil adalah seekor hewan yang pintar. Kapanpun dia berada didalam kondisi yang buruk, dia selalu memainkan kiat cerdik untuk melarikan diri.

Dalam cerita ini, Sang Kancil memperdaya Sang Buaya, seekor buaya besar dan jahat, yang dambakan memakannya.

Di sepanjang sungai terdapat banyak pohon daerah tinggal Sang Kancil, supaya ia tidak dulu ada masalah mencari makan. Selalu ada banyak daun.

Dia menggunakan waktunya dengan berlari dan melompat dan memandang ke sungai.

Sang Buaya, yang jahat, tinggal di sungai dengan buaya lainnya.
Pasang Bola
Mereka selalu menanti untuk menangkap Sang Kancil untuk makan malam.

Suatu hari saat si Kancil sedang berjalan di sepanjang sungai, dia memandang sebagian buah yang enak di pepohonan di seberang sungai.

Sang Kancil dambakan mencicipi buah yang kelihatannya enak karena dia sedikit lelah makan daun.

Dia coba berkhayal langkah untuk menyeberangi sungai, tetapi dia kudu berhati-hati.

Ia tidak berkenan ditangkap dan dimakan oleh Sang Buaya.

Dia kudu menipu Sang Buaya.

Sang Kancil tiba-tiba mendapat ide.

Dia memanggil buaya, “Hai Buaya! Buaya! ”

Sang Buaya perlahan terlihat dari air dan bertanya kepada Sang Kancil mengapa dia meneriakkan namanya.

Dia bertanya kepada Sang Kancil, “Apa kau tidak takut saya dapat memakanmu?”

Kemudian dia terhubung mulut besarnya sangat lebar untuk menakuti Sang Kancil.

Sang Kancil berkata, “Tentu saja, saya takut padamu, tetapi Raja dambakan saya lakukan sesuatu. Dia mengadakan pesta besar dengan banyak makanan, dan dia menimbulkan semua orang, terhitung Anda dan semua buaya lainnya. Tapi pertama-tama, saya kudu mengkalkulasi kalian semua. Dia kudu mengerti berapa banyak dari Anda yang dapat datang. Tolong berbaris di seberang sungai, jadi saya mampu berjalan melintasi kepalamu dan mengkalkulasi kalian semua. ”

Sang Buaya sangat bersemangat dan pergi untuk berikan mengerti buaya lainnya perihal pesta dengan semua makanan enak.

Segera, mereka mampir dan membawa dampak antrean menyeberangi sungai.

Sang Kancil berkata, “Berjanjilah untuk tidak memakan saya karena atau saya tidak mampu melaporkan kepada raja berapa banyak dari Anda yang dapat datang.”

Para buaya berjanji tidak dapat memakannya.

Sang Kancil menginjak kepala Sang Buaya dan mengkalkulasi satu. Lalu dia menginjak yang seterusnya dan berkata, “Dua.” Dia menginjak tiap-tiap buaya, mengkalkulasi masing-masing, dan selanjutnya capai sisi lain sungai.

Kemudian dia bicara kepada Sang Buaya, “Terima kasih udah menolong saya menyeberangi sungai ke tempat tinggal baru saya.”

Sang Buaya kaget dan marah. Dia berteriak pada Sang Kancil, “Kamu menipu kami! Tidak ada pesta, bukan? ”

Semua buaya menatap Sang Buaya dengan marah.

Mereka marah karena dia membebaskan Sang Kancil menipu mereka semua.

Si Kancil pun pergi tanpa menghiraukan teriakan si buaya.

Sang Kancil menyukai tempat tinggal barunya di seberang sungai karena dia mempunyai banyak makanan enak untuk dimakan. Sang Buaya yang malang tidak seberuntung itu. Setelah itu, tidak ada buaya lain yang dulu bicara dengannya lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *