Dongeng Kisah Angsa dan Telur Mas

Dongeng Kisah Angsa dan Telur Mas – Tersebutlah di masa dahulu, hiduplah seorang petani miskin yang membawa seekor angsa yang benar-benar cantik. Petani itu merwat si angsa bersama baik hingga suatu hari terhadap sementara petani selanjutnya mendatangi kandang angsa, sang Angsa telah menelurkan sebuah telur emas yang berkilauan.

Dongeng Kisah Angsa dan Telur Mas

Petani selanjutnya mengambil alih dan membawa telur emas selanjutnya ke pasar dan menjualnya. Kejadian yang mirip terulang untuk hari-hari berikutnya, agar di dalam sementara yang singkat petani selanjutnya mulai menjadi kaya. Tetapi tidak lama kemudian keserakahan dan ketidak-sabaran petani itu terhadap sang Angsa muncul dikarenakan sang Angsa cuma beri tambahan sebuah telur tiap-tiap hari. Sang Petani mulai dia tidak akan cepat menjadi kaya bersama langkah begitu.

Suatu hari, setelah mengkalkulasi uangnya, sebuah ide muncul di kepala petani, ide bahwa dia akan memperoleh semua telur emas sang Angsa sekaligus bersama langkah memotong sang Angsa. Tetapi ketika ide selanjutnya dilaksanakan, tidak ada sebuah telur yang mampu dia temukan, dan angsanya yang benar-benar miliki nilai terlanjur mati dipotong.

Jadi pembelajaran yang mampu kita teladani berasal dari dongeng angsa dan telur emas ini adalah Barang siapa yang telah punyai sesuatu bersama berlimpah, tetapi serakah dan menginginkan yang lebih lagi, akan kehilangan semua yang dimilikinya. Maka bersyukurlah bersama segala sesuatu yang kita miliki.

Seorang anak dan ayahnya sedang berjalan diatas gunung. Tiba tiba, anaknya terjatuh, Dia terluka dan berteriak :

“Aduuuhhhhhh!!!!!!!.” Tetapi Ia benar-benar kaget mendengar ada suara pantulan berasal dari gunung sebelah.”Aduuuuuuuuhhhhhhh!!!!!!!.”

Dengan penuh rasa penasaran, diapun kembali berteriak : “Siapa kamu?” Diapun menerima kembali jawaban yang mirip : Siapa kamu?” dan kemudian dia berteriak ke gunung itu: “Saya mengagumimu!” dan suara itupun kembali : “Saya mengagumimu!.”

Dengan muka marah terhadap jawaban itu, dia berteriak : “Penakut” Dia tetap menerima jawaban yang sama, “Penakut!.”

Dia menatap ayahnya dan bertanya : “Apa yang sedang terjadi?” Ayahnya sembari tersenyum dan berbicara : “Sayang, perhatikan.” Kembali bapak akan berteriak : “Kamu Juara.” Diapun menerima jawaban yang mirip : “Kamu Juara.”

Anak ini kembali kaget dan tidak memahami mengapa itu mampu terjadi, kemudian Ayahnya menyebutkan bahwa itulah yang disebut bersama ECHO (Gema suara), tetapi itulah sesungguhnya hidup.

Segalanya akan kembali kepada kita, apa yang kita katakan, apa yang kita lakukan. Hidup kita secara simple adalah deskripsi berasal dari tingkah laku yang kita perbuat.

Jadi pembelajaran yang mampu kita teladani berasal dari Cerita Dongeng Anak : Kisah Gunung ini adalah jika kita menjadi orang yang baik maka kehidupan akan beri tambahan kebaikan juga untuk kita, tetapi andaikata kita berperilaku jelek maka kehidupan akan akan menyebabkan kita sengsara dan tidak bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *