Cerita Rakyat Tentara Amerika Dari Surabaya 2020

Dilansir dari channel YouTube Jovan Zachary, dia mengungkapkan kisah perjalanan hidupnya. Pertama kali mengenal Amerika, karena orang tuanya yang tinggal lebih kurang lima th. di sana.

“Banyak yang tanya, gimana sih kehidupan tentara, kesehariannya ngapain aja. Singkat cerita, perjalanan menjadi tentara, menjadi saya lahir di Amerika. Papa Mama saya dulu tinggal di sini lima tahun,” kata Jovan seperti dikutip cari channel YouTube Jovan Zachary.
Kembali ke Surabaya Jadi ‘Medok’ Jawa

Ciri khas berkata Jovan begitu kentara tipikal orang Jawa. Sejak kecil ia sudah tinggal di Surabaya sesudah kepulangan orang tuanya.

“Terus ketika saya umur hampir setahun, akhirnya saya dibawa pulang ke Surabaya. Makane ngomong e medok gini (makanya ngomong nggak lancar ini). Aku yo bingung, ameh ngomong Indo medok, ngomong Inggris yo gak lancar makanya ngomong nggak lancar gini (saya juga bingung, mau ngomong Indonesia nggak lancar, Inggris juga nggak lancar),” ujar Jovan malu-malu.

Setelah beranjak dewasa, Jovan memastikan untuk merantau ke Amerika. Sesuai bersama keinginan orang tuanya. Meski sempat mengalami kendala, tetapi semangatnya untuk mencukupi amanah orang tua, tidak dulu pudar.

“Semua kelauargaku di Surabaya, menjadi saya sendirian merantau. Kosek ini saya iki ngomong e ambek baca ini, soale ora lancar, ndadak mengatur (sebentar ini saya ngomongnya sambil baca, karena tidak lancar, mesti menyesuaikan),” papar Jovan terbata-bata.

“Tahun selanjutnya bulan Juli, rundingan serupa Papa Mama. Ada masalah di imigrasi, terus Puji Tuhan dua bulan lantas bisa berangkat. Pertama kalinya pergi jauh sendirian,” ceritanya.
Takut Sendirian di LA, Amerika

Awalnya, Jovan berkeinginan hidup seperti orang biasa, bisa melanjutkan sekolah ke jenjang kuliah dan bekerja. Sebagai permulaan dan niat belajar lebih soal bhs Inggris, akhirnya ia memastikan untuk menjadi pelayan rumah makan.

“Samapi di LA, wes aneh, takut. Soale dari Surabaya ke Amerika beda jauh. Kayak excited, opo sing tak lakone (apa yang mesti saya lakukan) selanjutnya. Pengen hidup biasa, sekolah, ambek kerja. Karna Inggris ku nggak lancar, saya kerjo ndisik ning (kerja dulu di) restoran,” ucap Jovan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *