Cerita Rakyat Legenda Dari Armenia

Cerita Rakyat Legenda Dari Armenia – Dahulu kala, tersedia seorang pemuda yang menginginkan menikah. Ia udah mendapatkan perempuan yang dicintainya. Pemuda itu lalu mempunyai calon istrinya untuk menemui orangtuanya. Ia menginginkan berharap restu kepada orangtuanya.

Cerita Rakyat Legenda Dari Armenia

Pemuda itu berasal berasal dari keluarga yang kaya raya. Selama ini jika ia menginginkan sesuatu, ia dapat mendapatkannya dengan mudah. Jadi kali ini ia pun yakin bahwa orangtuanya dapat mengabulkan permintaannya.

“Aku menginginkan menikahi gadis ini, Ayah, Ibu.” ucap pemuda itu kepada kedua orangtuanya.

Ibunya mengangguk tersenyum. Rupanya anak yang sepanjang ini dirawatnya udah tumbuh dewasa.Tapi, sikap berlainan ditunjukkan Taruhan Bola oleh sang Ayah. Ia mengajukan sebuah syarat kepada anaknya itu.

Ayah dapat merestuimu jika kamu mampu memberikan bapak sekeping duwit emas,” pinta ayahnya.

Pemuda itu tersenyum senang. Mudah sekali syarat yang diajukan oleh ayahnya, pikirnya. Keesokan harinya, ia menemui ayahnya yang sedang duduk di pinggir sungai.

“Aku membawakan sekeping duwit emas yang Ayah minta,” ucap pemuda itu seraya memberikan sekeping duwit emas kepada ayahnya.

Ayahnya lalu melempar duwit emas itu ke sungai. Ia tak senang terima duwit emas itu jika anaknya itu tak bekerja sendiri untuk mendapatkannya.

Pemuda itu lalu ulang ke rumah. Ia berharap ulang sekeping duwit emas kepada ibunya. Mudah sekali mendapatkannya. Sang ibu langsung memberikan kepingan duwit emas kepada anaknya itu.

Pemuda tersebut menemui ayahnya kembali. Ia memberikan sekeping duwit emas untuk kedua kalinya. Ayahnya lagi-lagi tak senang menerima. Ia ulang menyingkirkan kepingan emas itu ke didalam sungai.

“Ayah, kenapa kau selamanya menyingkirkan kepingan emas yang saya berikan?” bertanya pemuda itu.

Aku dapat terima kepingan emas darimu dan merestui pernikahanmu jika kepingan emas itu kau dapatkan sendiri berasal dari hasil kerjamu. Bukan hasil berharap terhadap ibumu,” ujar ayahnya.

Pemuda itu lalu ulang ke rumahnya. Keesokan harinya, ia mencari sebuah pekerjaan. Ia pergi ke pasar dan menawarkan diri untuk menopang para pedagang. Pemuda itu bekerja terlampau keras. Bahkan, ia senang memanggul beras yang memadai berat.

Akhirnya, pemuda itu berhasil memperoleh kepingan duwit emas berasal dari jerih payahnya sendiri. Ia ulang menemui ayahnya dan memberikan kepingan duwit emas itu.

Ayahnya hampir saja menyingkirkan kepingan emas itu.Tetapi, pemuda itu mencegahnya. Ia memohon sehingga ayahnya tak menyingkirkan kepingan duwit emas tersebut.

Aku mohon Ayah, jangan membuangnya. Aku memperoleh itu dengan ada masalah payah,” pinta pemuda itu sambil memegangi kaki ayahnya.

Ayahnya tersenyum bangga kepada pemuda itu. Akhirnya ia pun merestui pemuda itu untuk menikah. Itu gara-gara dia udah mampu menghargai duwit dan memahami betapa sulitnya mencari uang. Pemuda itu terlampau senang. Ia pun menikah dengan kekasihnya dan hidup dengan bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *