Cerita Rakyat Kisah Asal Kota Bandung 2020

Dalam tayangan Belajar berasal dari Rumah hari ini, tersedia materi mengenai cerita rakyat Jawa Barat, yakni asal-usul kota Cianjur dan Bandung.

Kota Bandung merupakan ibu kota provinsi Jawa Barat, teman-teman.

Apa anda pernah memahami asal-usul kota Bandung?

Dalam kisah asal-usul kota Bandung, tersedia pelajaran baik yang mampu kami peroleh, lo!

Asal-Usul Kota Bandung

Empu Wisesa dan 2 Muridnya

Di Bandung, tersedia sebuah sungai yang bernama Sungai Citarum. Kisah asal-usul Bandung di mulai berasal dari sungai itu.

Dahulu, tersedia seorang sakti yang bernama Empu Wisesa. Empu Wisesa memiliki seorang anak perempuan yang bernama Sekar.

Empu Wisesa termasuk memiliki dua orang murid, yakni Wira dan Jaka.

Saat Empu Wisesa tetap muda belasan th. sebelumnya, Gunung Tangkuban Perahu meletus dan laharnya mengalir ke desa-desa sekitarnya, supaya banyak menelan korban jiwa.

Ketika itu, Empu Wisesa mendatangi desa yang terkena lahar itu, ia menemukan dua orang bayi yang orang tuanya meninggal dunia dan merawatnya.

Kedua bayi itu adalah Wira dan Jaka.

Selain memelihara Wira dan Jaka, Empu Wisesa termasuk menyalurkan ilmu bela diri dan kearifan hidup pada dua muridnya itu.

Namun, dua murid Empu Wisesa itu memiliki pembawaan yang benar-benar berbeda. Wira selalu giat berlatih bela diri meski tidak diawasi. Sedangkan, Jaka bakal bermalas-malasan kalau tidak diawasi Empu Wisesa.

Memadamkan Lahar Tangkuban Perahu

Suatu hari, Jaka memohon berkata empat mata bersama gurunya.

Rupanya, Jaka mengidamkan melamar anak Empu Wisesa. Empu Wisesa menyetujuinya dan memberikan lamaran Jaka pada Sekar.

Tapi, ternyata Sekar hanya mengidamkan menikah bersama Wira. Sekar termasuk mengatakan pada ayahnya mengapa tidak menanyakan pada Sekar lebih pernah sebelum saat menyetujui lamaran Jaka.

Empu Wisesa pun berjalan muncul rumah untuk berpikir dan mencari jalur keluar.

Tiba-tiba, ia lihat berasal dari kejauhan, lahar Gunung Tangkuban Perahu tetap menyala-nyala. Ia pun meraih inspirasi untuk selesaikan persoalan yang dihadapinya.

Keesokan harinya, Empu Wisesa memberikan pesan pada Wira dan Jaka. Syaratnya, keduanya tidak boleh membantah pesan itu.

“Lihatlah lahar Gunung Tangkuban Perahu itu! Siapa yang mampu memadamkan lahar itu, maka bakal kunikahkan bersama Sekar.”, begitu pesan Empu Wisesa.

Jaka berpikir bahwa hal itu tidak masuk akal. Sedangkan, Wira berpikir bahwa api mampu dipadamkan bersama air.

Wira pun mencari sumber air di dalam jumlah besar dan menemukan Sungai Citarum. Ia lihat aliran lahar Gunung Tangkuban Perahu berada di cekungan yang agak rendah.

Ia menggunakan ilmu yang dimilikinya untuk meruntuhkan bukit di dekat Sungai Citarum. Air yang tidak terbendung akhirnya meluap dan mengalir ke cekungan lahar Gunung Tangkuban Perahu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *