Cerita Rakyat Keong Mas Jawa Timur 2020

Pada zaman dahulu kala, di sebuah kerajaan yang makmur dan sentosa, hiduplah dua orang putri raja yang sangat cantik jelita. Mereka bernama Candra Kirana dan Dewi Galuh. Kedua putri Raja berikut hidup sangat senang dan serba kecukupan.

Hingga pada suatu hari berkunjunglah seorang pangeran yang sangat tampan kembali rupawan dari Kerajaan Kahuripan ke Kerajaan Daha.

Pangeran berikut bernama Raden Inu Kertapati. Kedatangannya punya niat untuk melamar Candra Kirana. Kunjungan Raden Inu Kertapati sangat disambut baik oleh Raja Kertamarta, dan akhirnya Candra Kirana ditunedatangannya punya niat untuk melamar Candra Kirana. Kunjungan Raden Inu Kertapati sangat disambut baik oleh Raja Kertamarta, dan akhirnya Candra Kirana ditunangkan dengan Raden Inu Kertapati.

Namun pertunangan itu ternyata sebabkan Dewi Galuh mulai dengki. Karena dia mulai terkecuali Raden Inu Kertapati lebih cocok untuk dirinya. Lupa daratan Dewi Galuh selanjutnya pergi ke rumah Nenek Sihir. Dia meminta supaya nenek sihir itu mengutuk Candra Kirana jadi suatu hal yang menjijikkan dan dijauhkan dari Raden Inu. Nenek Sihir pun menuruti permohonan Dewi Galuh, dan mengutuk Candra Kirana jadi Keong Emas, selanjutnya membuangnya ke sungai.

Suatu hari seorang nenek yang baik hati sedang melacak ikan dengan jala, dan keong emas terangkut didalam jalanya tersebut. Keong Emas itu sesudah itu dibawanya pulang dan diletakkan di atas tempayan. Keesokan hari nya nenek itu melacak ikan kembali di sungai, namun tak mendapat ikan seekorpun. Lalu Nenek berikut menentukan untuk pulang saja, namun sesampainya di rumah ia sangat kaget sekali, karena di meja udah ada masakan yang sangat enak-enak. Si nenek bertanya-tanya pada dirinya sendiri, siapakah yang mengirim masakan itu.

Kejadian itu berulang tiap-tiap harinya, karena penasaran keesokan paginya nenek mendambakan mengintip apa yang berjalan pada kala dia pergi melacak ikan. Nenek itu selanjutnya berpura-pura pergi ke sungai untuk melacak ikan seperti biasanya, selanjutnya pergi ke belakang rumah untuk mengintipnya.

Setelah lebih dari satu saat, si nenek sangat terkejut. Karena keong emas yang ada ditempayan berubah wujud jadi gadis cantik. Gadis berikut selanjutnya memasak dan buat persiapan masakan berikut di meja. Karena mulai penasaran, selanjutnya nenek berikut memberanikan diri untuk beri salam putri nan cantik itu.

“Siapakah anda ini putri cantik, dan dari mana asalmu?”, bertanya si nenek. “Aku adalah putri kerajaan Daha yang disihir jadi keong emas oleh nenek sihir utusan saudaraku karena mulai iri kepadaku”, kata keong emas.

Setelah menjawab pertanyaan dari nenek, Candra Kirana berubah kembali jadi Keong Emas, dan nenek sangat terheran-heran.

Sementara pangeran Inu Kertapati tak sudi diam saja kala tahu candra kirana menghilang. Iapun mencarinya dengan langkah menyamar jadi rakyat biasa. Nenek sihirpun akhirnya tahu dan membuat perubahan dirinya jadi gagak untuk mencelakakan Raden Inu Kertapati. Raden Inu Kertapati Kaget sekali memandang burung gagak yang dapat berkata dan tahu tujuannya. Ia berasumsi burung gagak itu sakti dan menurutinya padahal raden Inu diberikan arah yang salah. Diperjalanan Raden Inu berjumpa dengan seorang kakek yang sedang kelaparan, diberinya kakek itu makan. Ternyata kakek adalah orang sakti yang baik Ia mendukung Raden Inu dari burung gagak itu.

Kakek itu memukul burung gagak dengan tongkatnya, dan burung itu jadi asap. Akhirnya Raden Inu diberitahu dimana Candra Kirana berada, disuruhnya raden itu pergi kedesa dadapan. Setelah berjalan berhari-hari sampailah ia kedesa Dadapan Ia menghampiri sebuah gubuk yang dilihatnya untuk meminta seteguk air karena perbekalannya udah habis.

Di gubuk itu ia sangat terkejut, karena dari balik jendela ia memandang Candra Kirana sedang memasak. Akhirnya kutukan dari nenek sihir pun hilang karena perjumpaan itu. Lalu Raden Inu memboyong tunangannya beserta nenek yang baik hati berikut ke istana, dan Candra Kirana menceritakan perbuatan Dewi Galuh pada Baginda Kertamarta.

Baginda minta maaf kepada Candra Kirana dan sebaliknya. Dewi Galuh selanjutnya mendapat hukuman yang setimpal. Karena Dewi Galuh mulai takut, maka dia melarikan diri ke hutan. Akhirnya pernikahan Candra kirana dan Raden Inu Kertapati pun berlangsung, dan pesta berikut sangat meriah. Akhirnya mereka hidup bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *