newtemplate – Ada banyak sekali dongeng dari Jawa Tengah. Cerita rakyat Joko Kendil adalah salah satu yang menarik hari ini, dan dia juga kakak yang diposting hari ini. Dongeng Joko Kendil menceritakan banyak pengalaman berharga. Mari kita fokus bersama sampai selesai.

Cerita Rakyat Joko Kendil , Dongeng Yang Berasal Dari Jateng

Dahulu kala, ada seorang janda miskin di desa terpencil di Jawa Tengah. Dia memiliki seorang putra yang terlihat seperti periuk. Di Jawa Tengah, periuk yang digunakan untuk menanak nasi disebut kendil. Karena bocah itu mirip Kendil, dia dipanggil Joko Kendil.

Kalaupun anak itu seperti kendil, sang ibu tidak akan merasa malu atau menyesal, sebaliknya ia mencintainya dengan tulus.

Ketika masih kecil, Joko Kendil seperti anak seusianya. Dia sangat jenaka, jadi teman-temannya menyukainya. Suatu hari, sebuah pernikahan diadakan di dekat desanya. Joko Kendil menyelinap ke dapur.

“Aduh, ada kendi yang bagus. Seorang ibu berkata, taruh semua jenis kue dan buah-buahan ke dalam toples, dia berkata:” Ini lebih baik untuk kue dan tempat buah. “Dia tidak tahu kalau Kendil itu sebenarnya manusia. Setelah terisi penuh, perlahan Joko Kendil meluncur.

Kendil ajaib! Kendil ajaib! Orang-orang yang melihat kejadian itu berteriak-teriak. Mereka berebut untuk mendapatkan kendil ajaib.Joko Kendil pun semakin cepat menggelinding pulang ke rumah.

Setelah Joko Kendil sampai di rumah, dia langsung bertemu dengan ibunya. “Dari mana kamu mendapatkan begitu banyak kue dan buah-buahan?” Tanya ibunya heran. Joko Kendil berbicara jujur ​​tentang pengalamannya. Tak satu pun dari ini yang dicuri, tetapi diberikan oleh ibu di dapur pada pesta pernikahan. Menurut mereka, kendir yang indah lebih baik untuk menyimpan kue dan buah-buahan daripada untuk memasak.

Tahun demi tahun, Joko Kendil semakin tua dan semakin dewasa. Tapi tubuhnya tidak berubah, masih seperti pot. Suatu hari, Joko Kendil mengutarakan keinginannya untuk menikah. Tentu saja sang ibu bingung, dan ia ingin menikahkan anaknya dengan wujud Kendir. Ketika Joko Kendil mengatakan hanya ingin menikahi putri raja, ibunya semakin bingung.

“Putraku, apakah keinginanmu tidak salah? Kamu adalah putra orang miskin, dan tubuhmu seperti kendi. Bagaimana putri raja ingin menikahimu?”

Kata ibunya. Namun Joko Kendil tetap bersikeras untuk merekomendasikan putri raja untuknya. Akhirnya pada hari yang ditentukan, Joko Kendil dan ibunya menghadap raja.

Raja memiliki tiga anak perempuan yang cantik. Nyonya Joko Kendir berkata dengan serius bahwa tujuan kedatangannya adalah untuk melamar salah satu putri raja. Raja terkejut, tetapi dengan bijak, dia menanyakan jawaban dari ketiga putrinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *