Cerita Rakyat Jayaprana Yang Mendunia


Senieas Bali untuk pertama kalinya merancang garapan film layar lebar, yang mengangkat folklor berbahasa Bali bersama dengan logat Buleleng.

Film tersebut berjudul ‘Jayaprana Layonsari’ garapan Panitia Film Jayaprana, yang disutradarai duet Putu Satria Kusuma dan Putu Kusuma Wijaya. Film Jayaprana Layonsari ditargetkan sudah launching, Juni 2021 mendatang.

Saat ini, penggarapan film Jayaprana Layonsari tengah didalam sistem casting, yang diakses sejak September 2020 lalu. Proses casting untuk melacak pemain yang pas ini direncanakan berjalan selama 4 bulan, hingga Desember 2020 mendatang. Hal ini diungkapkan sang sutradara duo Kusuma, Putu Satria Kusuma dan Putu Kusuma Wijaya, sementara ditemui NusaBali di Singaraja, Jumat (30/10).

Menurut Putu Satria, Jayaprana Layonsari diangkat ke didalam film layar lebar, untuk mengenalkan lagi cerita rakyat yang sarat pesan moral, di balik kisah cinta dua sejoli di Buleleng. Nyoman Jayaprana adalah pemuda tampan yang menjadi anak ankat berasal dari Raja Kalianget.

Sedangkan Nyoman Layonsari adalah perempuan cantik yang merupakan istri berasal dari Jayaprana. Karena sang raja jatuh cinta dan mengidamkan memperistri Layonsari, maka diaturlah siasat untuk menyingkirkan Jayaprana bersama dengan mengutusnya ke kawasan Teluk Terima dan kemu-dian dibunuh oleh Patih Sawunggaling. Namun, raja gagal memperistri Layonsari, dikarenakan perempuan cantik ini pilih bunuh diri demi loyalitas terhadap suami tercintanya.

Putu Satria mengatakan, lewat film Jayaprana Layonsari, pihaknya mengidamkan memberi tambahan gambaran sistem penggarapan film kreatif untuk generasi muda. “Target kami, sebabkan film Bali yang digarap oleh orang Bali yang prosesnya ikuti semua alur pembuatan film,” kata Putu Satria.

“Cerita Jayaprana Layonsari kami angkat, dikarenakan banyak anak muda tidak mengerti ceritanya. Selain itu, termasuk tersedia nilai kepatuhan seseorang kepada catur guru dan loyalitas seorang istri bersama dengan beraneka godaan,” mengerti filmmaker asal Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng ini.

Kecuali itu, film layar lebar Jayaprana Layonsari ini termasuk ditujukan memberi tambahan stimulus kepada anak muda Buleleng yang senang sebabkan film, untuk lebih kreatif didalam dunia perfilman. Mereka dikehendaki tidak cuma sekadar sebabkan film dokumenter dan video pernikahan saja.

Paparan senada termasuk disampaikan Putu Kusuma Wijaya. Menurut Putu Kusuma, film layar lebar Jayaprana Layonsari ini dilandasi permohonan untuk mengembangkan perfilman di daerah. Selama ini, kata Putu Kusuma, barometer pertumbuhan perfilman sangat Jakarta sentris.

“Namun belakangan, lewat festival dan ajang lomba film, banyak sineas area yang keluar ke permukaan,” mengerti sutradara yang notabene putra berasal dari pembina olahraga kenamaan Buleleng, Agus Sadikin Bakti ini.

Putu Kusuma mengatakan, didalam garapan besar film layar lebar Jayaprana Layonsari ini, timnya tengah membuka casting artis dna aktris sebanyak-banyaknya, untuk memperoleh 49 lakon yang sudah ditulis didalam skenario. “Kami wajib sebanyak-banyaknya, dikarenakan untuk memperoleh orang yang bisa berbahasa Bali bersama dengan logat Buleleng, itu susah. Khusus tokoh utama Jayaprana, termasuk wajib bisa matembang, supaya kami akan cari sebanyak-banyaknya,” tandas Putu Kusuma.

Sineas jebolan Sekolah Perfilman Belanda ini termasuk tak senang Mengenakan artis dan aktor yang sudah mempuni dan profesional didalam film Jayaprana Layonsari, dikarenakan akan menyingkirkan originalitas bahasa. Makanya, sistem casting ini memakan sementara lebih panjang yaitu selama 4 bulan, untuk memperoleh aktor dan aktris yang sangat di idamkan sutradara.

“Jadi, highlight-nya kenapa penting, dikarenakan untuk layar lebar pertama kali hadir bersama dengan Bahasa Bali,” mengerti Putu Kusuma, yang notabene merupakan kakak berasal dari mantan pelatih nasional bulutangkis Kamboja, Made Chandra Berata.

Putu Kusuma menyebutkan, film Jayaprana dan Layonsari ditargetkan sudah memperoleh pemainnya, akhir Desember 2020 mendatang. Pemain yang lolos casting nanti termasuk akan dilatih dan didampingi pakar lingusitik, untuk memperoleh ketepatan sifat bahasa dan pelafalannya didalam logat Buleleng. “Film Jayaprana Layonsari ini ditergetkan sudah launching, Juni 2021 mendatang,” tandas Putu Kusu-ma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *