Cerita Rakyat Gunung Tumpeng 2020

Jika kalian pergi ke pantai ngelak desa jambu kecamatan mlonggo Bandar Taruhan jepara bakal lewat gundukan di tepi jalan. Oleh warga setempat gundukan selanjutnya dinamakan gunung tumpeng. Ternyata gunung tumpeng ini mempunyai cerita legendanya lo.
Dahulu di area mlonggo ada sebuah desa yang bernama Sentono, di desa selanjutnya hiduplah seorang ulama yang bernama mbah Agung Alim.

Cerita ini berawal waktu mbah Agung Alim berjumpa bersama Ki Honggo Pati atau Ki Halonggo Pati, yaitu seorang ksatria atau prajurit dari kerajaan Mataram pada jaman Sultan Agung. Kesatria selanjutnya baru saja mengalahkan pasukan kompeni Belanda yang ada di Jepara bersama di bantu oleh masyarakat.

Sebagai syukuran atas kemenangan melawan kompeni, Ki Honggo Pati menghendaki kepada Ki Agung Alim untuk dibuatkan tumpeng yang besar untuk syukuran bersama warga. Ki agung alim pun langsung pulang dan memerintahkan para santrinya untuk sebabkan tumpeng dan aneka makanan jajan pasar. Dalam waktu satu malam persiapan tumpeng pun telah selesai.

Namun tetap ada yang kurang didalam tumpeng selanjutnya yaitu ikannya belum ada.
Ki agung alim sesudah itu memerintahkan santrinya untuk ke laut melacak untuk belanja ikan dari nelayan. Namun seharian di pantai hingga haus dan ngelak yang sesudah itu pantai selanjutnya sekarang dinamakan pantai ngelak area untuk memancing di jepara sekarang. hingga menjelang petang santri selanjutnya kelanjutannya menjumpai seorang pemancing yang mempunyai kepis (wadah ikan).

Saat santri selanjutnya hendak belanja ikan tersebut, si pemancing selanjutnya menyebutkan tidak mampu ikan. Ternyata si pemancing selanjutnya berbohong padalah di didalam kepis selanjutnya banyak ikannya. Akhirnya si santri selanjutnya pulang menghadap ki agung alim bersama tanpa mempunyai ikan. Ki agung alim pun marah, tiba-tiba datanglah angin yang benar-benar besar sehingga semua peralatan dapur yang digunakan memasak keperluan tumpeng pun kocar-kacir dibawa angin.

Peralatan dapurnya tersebar dimana-mana di area yang sekarang dikenal bersama nama Desa Jambu. Dandangnya jatuh di area yang sekarang dikenal bersama nama Jambu Sedandang. Kekepnya jatuh di area yang sekarang bernama Jambu Sekekep. Piringnya jatuh di area yang sekarang menjadi Jambu Ujung Piring. Lampingnya jatuh di area yang sekarang bernama Jambu Kedung Lamping dan pasonya jatuh di area yang sekarang bernama Jambu Kedung Paso. Nasi tumpengnya besar pun beralih menjadi gunung yang sekarang di kenal oleh penduduk bersama nama gunung tumpeng. Sedangkan area di mana Ki longgo Pati sebabkan syukuran, dikemudian hari dikenal bersama nama desa Sekuro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *