Cerita Rakyat Bawang Merah Bawang Putih – Di sebuah desa, tinggallah seorang anak bernama Bawang Putih dengan dengan ayahnya. Ibu Bawang Putih sudah meninggal agar sang ayah memutuskan untuk menikah kembali. Sayangnya, ibu tiri dan saudara tirinya yang bernama Bawang Merah selamanya bersikap tidak baik kepada Bawang Putih.

Kejahatanya semakin menjadi-jadi disaat sang ayah meninggal dunia. Bawang putih diperlakukan seperti seorang asisten rumah tangga.

Pada suatu pagi, Bawang Putih sedang membersihkan pakaian di sungai. Dikarenakan aliran airnya amat deras,Taruhan Bola salah satu pakaian ibu tirinya pun hanyut.

Mengetahui hal tersebut, ibu tiri segera memarahinya dan menghendaki Bawang Putih untuk menemukannya. Dengan berat hati, ia pun menulusuri sungai untuk mendapatkan pakaian ibunya. Ternyata pakaian tersebut ditemukan oleh seorang nenek.

Nenek tersebut bakal memberikannya, tetapi dengan syarat Bawang Putih harus menemaninya selama satu minggu. Dengan suka hati, Bawang Putih menemani nenek tersebut. Setiap hari ia membantunya merapikan dan melindungi rumah.

Setelah satu minggu berlalu, nenek itu mengembalikan pakaian ibunya dan tawarkan hadiah kepada Bawang Putih atas bantuannya melindungi rumah. Hadiah tersebut berwujud labu siam besar dan kecil. Bawang putih pilih yang kecil dikarenakan tidak idamkan menyulitkan si nenek.

Setelah lagi ke rumah dan mebuka labu tersebut, ternyata isinya adalah emas-emasan. Mengetahui hal itu, Bawang Merah memutuskan untuk kerumah nenek tersebut dan menghendaki labu siam yang besar secara paksa.

Ia menghendaki kecuali labunya lebih besar, maka isikan perhiasannya pun semakin banyak. Namun, sehabis labu tersebut diakses yang nampak justru binatang buas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *