Cerita Rakyat Asal Mula Kota Salatiga 2020

Zaman dahulu, kota Semarang dipimpin oleh Adipati Pandanarang dan mempunyai istri bernama Nyai Pandanarang. Ia kondang sebagai pemimpin yang jujur, namun juga menyukai harta benda yang berlimpah.

Sifat tidak cukup baik adipati ini terdengar oleh Sunan Kalijaga, seorang wali yang arif dan bijaksana. Sunan berniat mengingatkan Pandanarang dengan menyamar sebagai tukang rumput. Ketika melalui di halaman kabupaten, Adipati Pandanarang menawar rumput dengan harga yang terlampau rendah.

Penjual rumput itu sepakat dan tempatkan rumputnya di kandang. Sebelum pergi, ia menyelipkan duwit lima sen di pada rerumputan. Uang tersebut ditemukan oleh abdi dalem yang langsung melapor kepada Pandanarang.

Hal itu terjadi berulang kali. Pandanarang heran mengapa tukang rumput tersebut tidak pernah menanyakan uangnya. Ketika tukang rumput itu singgah kembali, Pandanarang pun menanyakan asal-usul tukang rumput itu. Ia juga menanyakan mengapa sang tukang rumput layaknya tidak butuh uang. Tukang rumput menjawab bahwa ia mampu beroleh emas dengan sekali cangkulan tanah. Ia tidak butuh benda-benda duniawi, dikarenakan seluruhnya tidak abadi. la juga berkata bahwa ada emas permata tertanam di dalam halaman istana.

Pandanarang marah mendengar jawaban itu. la terasa dihina oleh tukang rumput itu. Pandanarang menyuruh seorang abdi mengambil cangkul, sesudah itu menyerahkannya kepada tukang rumput. Dengan kukuh, tukang rumput tadi mengayunkan cangkul ke tanah. Ternyata, kata-kata orang itu benar. Ada emas permata di dalam tanah istana.
Cerita Rakyat Asal Usul Salatiga
Cerita Rakyat Asal Usul Salatiga

Adipati Pandanarang terlampau terperanjat lihat panorama di hadapannya. Seketika, ia terasa terlampau kerdil dalam hatinya.

“Pandanarang, saya adalah Sunan Kalijaga”. Setelah mendengar kata-kata itu, Pandanarang langsung menghendaki maaf atas kekasarannya. Sunan Kalijaga menghendaki Pandanarang untuk membebaskan kegemarannya terhadap harta duniawi.

Pandanarang mengutarakan kepada istrinya bahwa ia dambakan berguru kepada Sunan Kalijaga. Istri Pandanarang menyetujui dan menunjukkan bahwa ia dambakan ikuti sang suami.

“Kau boleh ikut, namun ingatlah kita tidak boleh mempunyai barang- barang yang kita miliki. Berikan barang-barang itu kepada fakir miskin,” ujar Pandanarang kepada istrinya.

lstrinya menunjukkan bahwa ia tak mau meninggalkan harta bendanya dan menyerahkannya kepada fakir miskin. la menghendaki suaminya berangkat Iebih dulu. Lalu, perempuan ini menaruh emas dan permata di dalam tongkatnya yang terbuat berasal dari bambu. Pandanarang pun menyusul Sunan Kalijaga. Dalam perjalanan, mereka dihadang oleh tiga orang penyamun.

“Jika kau dambakan barang berharga, tunggulah. Sebentar lagi, bakal melalui seorang perempuan tua. Cegat dia. Kau bakal beroleh emas permata dalam tongkat bambunya,” kata Sunan Kalijaga.

Muncullah Nyai Pandanarang yang terjadi tertatih dengan tongkat bambu. Ketiga penyamun tersebut menghadang dan merampas tongkat bambu yang ia pegang. Nyai Pandanarang tidak mampu berbuat apa-apa selain merelakan hartanya dirampas. Ketika sukses bersua dengan suaminya dan Sunan Kalijaga, ia menceritakan kejadian perampokan yang dialaminya sambil menangis.

“Kau tidak mendengarkan kata suamimu. Untuk berguru denganku, kalian mesti meninggalkan harta duniawi. Jadi, kejadian ini adalah salahmu sendiri,” ujar Sunan Kalijaga.

“Ada tiga pihak yang melaksanakan kekeliruan di sini, yaitu kau sendiri, suamimu dan para penyamun itu. Kelak, tempat ini bakal jadi kota yang ramai,” kata Sunan Kalijaga.

Untuk mengingat kejadian tersebut, Sunan Kalijaga menamakan tempat itu dengan “Salah Tiga”. Pada perkembangan, nama Salah Tiga berubah ucapannya jadi Salatiga. Kini Salatiga jadi kota yang ramai layaknya yang pernah diprediksi oleh Sunan Kalijaga.

Pesan ethical berasal dari Cerita Rakyat Salatiga – Dongeng Dari Jawa Tengah adalah harta benda tidak selamanya bakal mempunyai kebahagiaan dan keberuntungan. Kadang kala, justru mampu jadi sumber malapetaka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *