Cerita Rakyat Asal Mula Candi Prambanan 2020

Loro Jonggrang, putri Raja Prambanan, amat sedih atas kematian ayahnya. Bandung Bondowoso dari Kerajaan Pengging telah membunuh ayahnya dan mengambil alih kekuasaan. Ia lantas mengajak Bi Sumi, pengasuhnya, untuk meninggalkan istana. Ia ingin membiarkan semua kenangan di istana itu. Saat keduanya muncul dari pintu gerbang utama, sekelompok pasukan mencegat mereka. “Mau ke mana kalian? Kami diperintahkan untuk melindungi Putri Loro Jonggrang.”

“Maaf Tuan, kita hendak pergi dari istana ini,” jawab Loro Jonggrang. Tiba-tiba terdengar nada besar berwibawa, “Loro Jonggrang… kau tak boleh pergi dari sini.” Rupanya itu nada Bandung Bondowoso. Loro Jonggrang dan Bi Sumi gemetar, kuatir Bandung Bondowoso akan membunuh mereka.

Ternyata Bandung Bondowoso berharap Loro Jonggrang untuk jadi istrinya. Loro Jonggrang merasa kaget dan tak sudi jadi istri pembunuh. Namun Loro Jonggrang sadar, ia tak boleh gegabah. Tiba-tiba terlintas ide di benaknya. “Hamba bersedia jadi istri Tuan, namun pasti saja tersedia syaratnya. Anggap saja ini permohonan mas kawin dari hamba,” katanya.

Bandung Bondowoso menjawab dengan angkuh “Apa pun yang kau minta, pasti akan kuberikan,” jawabnya. Loro Jonggrang menjawab “Jika begitu, buatkan hamba seribu candi Tuan.”

“Seribu candi? Tak masalah, demi dirimu, akan kubuatkan segera,” jawab Bandung Bondowoso. “Namun candi itu kudu selesai dalam selagi semalam saja.” kata Loro Jonggrang lagi.

“Hmm… rupanya wanita ini ingin mengerjaiku. Dia belum menyadari siapa aku,” kata Bandung Bondowoso dalam hati. Tak sudi kehilangan wibawanya, Bandung Bondowoso pun mengiyakan permohonan Loro Jonggrang.

“Aku akan berharap tolong terhadap pasukan jin. Seribu candi dalam semalam bukan hal yang sulit bagi mereka.” pikirnya. Ya, Bandung Bondowoso memang berkenalan dengan pasukan jin. Malamnya, ia merasa lakukan ritual untuk memanggil jin. Sambil mengangkat ke dua tangannya, ia berteriak “Pasukan Jin… datanglah! Aku kudu dukungan kalian!”.

“Apa yang kudu kita lakukan, Tuan?” tanya pemimpin jin. “Buatkan saya seribu candi dan selesaikan seutuhnya malam ini juga” perintah Bandung Bondowoso.

“Siap Tuanku!” jawab mereka. Para jin merasa bekerja. Benar saja, dalam selagi yang amat singkat, bangunan candi telah merasa nampak tersusun. Bandung Bondowoso menepuk dada. “Kau tak dapat lari kemana-mana Loro Jonggrang.” katanya dalam hati.
Cerita Rakyat Legenda Candi Prambanan
Cerita Rakyat Legenda Candi Prambanan

Diam-diam, Loro Jonggrang mengintip dari kamarnya. Ia tak menyangka bahwa Bandung Bondowoso dibantu oleh pasukan jin.

“Gawat, seribu candi itu akan segera selesai. Aku kudu segera lakukan sesuatu. Aku tak sudi menikah dengannya.” Loro Jonggrang membangunkan Bi Sumi yang terlelap. “Bangun Bi, saya butuh dukungan Bi Sumi” bisik Loro Jonggrang sambil menggoyang-goyangkan badan Bi Sumi. “Bi, apa yang kudu kita lakukan? Coba memandang ke arah sana. Bandung Bondowoso memanggil pasukan jin untuk membantunya,” tanya Loro Jonggrang bingung. Bi Sumi memandang muncul kamar. Ia mengucek-ucek matanya seolah tak percaya, “Candi itu telah hampir selesai… gawat,” teriaknya panik.

Bi Sumi muncul kamar. Ia membangunkan semua dayang dan pengawal istana.”Apa yang akan kita lakukan Bi?” tanya mereka bingung. Bi Sumi menjelaskan, “Jin itu kuatir terhadap sinar Matahari. Jika Matahari terbit, mereka akan lari, jadi candi-candi itu tak akan selesai.”

“Tapi itu tak bisa saja Bi… sekarang kan tetap sedang malam. Bagaimana dapat tersedia sinar Matahari?” sahut Loro Jonggrang tak mengerti. “Ssttt… kau diam saja. Ayo semuanya, mengikuti aku.” kata Bi Sumi. Mereka lantas mengendap-endap ke sebelah timur istana. Bi Sumi memerintahkan para dayang dan pengawal istana untuk mengumpulkan setumpuk jerami, terhitung Loro Jonggrang. Setelah itu, Bi Sumi mengambil obor dan membakar semua jerami itu. Bi Sumi terhitung memerintahkan para dayang untuk menumbuk lesung. “Dung… dung…. dung….” nada lesung ditumbuk pun bertalu-talu.

Api tambah besar, semburatnya sebabkan langit nampak merah. Diiringi dengan nada lesung yang ditumbuk, suasananya mirip kondisi di pagi hari. Ayam jago pun tertipu oleh kondisi itu dan berkokok keras-keras. “Kukuruyukk…. kukuruyukkk….”

Pasukan jin bingung. Mereka menengok ke langit. “Wah, Matahari telah terbit. Ayo cepat pergi,” teriak pemimpinnya. Mereka kemudian lari berhamburan. Bandung Bondowoso tak memusingkan hal itu, karena ia memandang candi-candi itu telah berdiri dengan megah. “Loro Jonggrang pasti akan terpana memandang candi-candi ini” katanya sambil tersenyum puas.

“Lihat, candi yang kau minta telah berdiri.” kata Bandung Bondowoso terhadap Loro Jonggrang. Loro Jonggrang menjawab “Hamba kudu menghitang kuantitas candi ini. Betulkah seutuhnya berjumlah 1.000 buah?”

“Silakan,” jawab Bandung Bondowoso. “997, 998, 999, dan… jumlahnya tidak cukup satu!” pekik Loro Jonggrang. “Tuan gagal memenuhi syarat yang hamba ajukan”.

“Tak mungkin! Aku memandang sendiri para jin membangun candi ini. Atau… jangan-jangan…?” Bandung Bondowoso menatap Loro Jonggrang dengan tajam. “Apa yang kau lakukan?” Loro Jonggrang ketakutan dan mundur selangkah. “Tak tersedia seorang pun yang dapat mengalahkan aku. Jika saya ingin seribu candi, maka saya akan meraih seribu candi!” teriak Bandung Bondowoso marah. “Ampun Tuanku… namun hamba tidak salah. Jumlahnya memang tidak cukup satu,” jawab Loro Jonggrang. Bandung Bondowoso menyeringai “Jika demikian, kau saja yang melengkapinya. Jadilah kau candi yang keseribu!”

Bandung Bondowoso memang sakti. Dalam sekejap, tubuh Loro Jong grang berubah jadi patung batu. Patung batu itu melengkapi kuantitas candi jadi seribu buah. Keinginan Bandung Bondowoso untuk sebabkan seribu candi pun terpenuhi. Namun keinginannya untuk memperistri Loro Jonggrang sirna sudah. Ia tak bisa saja memperistri patung.

Sampai sekarang, candi-candi berikut tetap berdiri dengan megah dan terletak di wilayah Prambanan, Jawa Tengah. Orang sering menyebutnya dengan Candi Sewu.

Sedangkan patung Loro Jonggrang sendiri sering disebut dengan Arca Durga.

Pesan dari Dongeng Candi Prambanan – Cerita Rakyat Yogyakarta untukmu adalah jangan sombong walaupun miliki kepandaian atau kekuatan. Semuanya itu belum pasti membuatmu bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *