mengerti tak gimana asal usul terjadinya Bandung? Ataupun gimana dini mulanya Bandung jadi Kota yang berdiri sendiri? Selanjutnya 7 Asal usul Bandung yang wajib Wargi Bandung tahu.

1. Area Lapangan Bandung Tercipta Dari Dentuman Gunung Sunda

Dulu di Jawa Barat ada satu gunung yang kuat berdiri bernama Gunung Sunda.

Dekat 210. 000- 128. 000 tahun yang kemudian, Gunung Sunda ini meletus dengan dahsyatnya.

Dentuman teramat besar itu diiringi oleh 13 dentuman yang lain yang pula lumayan besar.

Susunan dentuman besar itu menyebabkan bilik Gunung Sunda yang kuat serta bertinggi dekat 3. 500- 4. 000 mdpl ambruk. Terbentuklah kaldera besar dampak dari dentuman itu, yang membuat situ raksasa bernama Situ Bandung Purba, dan didalamnya timbul Gunung Tangkuban Parahu.

Pada bentang durasi 90. 000- 10. 000 tahun yang kemudian, Gunung Tangkuban Parahu meletus sebagian kali. Material dentuman semacam lahar penuhi area di dekat gunung itu, tercantum Penggalan Ceduk serta gerakan bengawan Citarum. Akibat dari dentuman ini membuat Situ Purba Bandung dibagi jadi 2 bagian, Situ Bandung Purba Barat serta Situ Bandung Purba Timur.

Bersamaan berjalannya durasi serta kegiatan guncangan yang terjalin, tebing di tiap Situ Bandung Purba ini terkikis jadi terowongan, alhasil air dari situ lambat- laun pergi lewat terowongan yang bernama Sanghyang Tikoro. Dari Situ Bandung Purba yang mengering itu, terbentuklah area Bandung yang dikeliling oleh pegunungan saat ini ini.

2. Dari Mana Terciptanya Julukan Bandung?

Tutur Bandung didapat dari tutur dam ataupun tanggul. Ini cocok dengan terciptanya area Bandung, dari material lahar dentuman gunung berkobar yang membatasi gerakan bengawan Citarum.

Bila dari filosofi Sunda, disadur dari perkataan yang keramat serta pula adiluhung, ialah Nga- Bandung- an Banda Emak. Inti dari perkataan itu memaknakan kalau, tempat seluruh insan hidup serta pula barang mati yang menaiki tanah bunda bumi serta disaksikan oleh yang Maha Daya.

3. Dayeuhkolot Bagaikan Pusat Rezim Kabupaten Bandung

Saat sebelum Kota Bandung jadi bagian yang terpisah dari Kabupaten Bandung, dulu di wilayah Karapyak( saat ini Dayeuhkolot), ialah salah satu pusat perdagangan serta rezim Hindia Belanda di Jawa Barat.

VOC( industri bisnis Belanda) memfokuskan kewenangan perdagangannya di wilayah Karapyak itu.

4. Bandung Diresmikan Bagaikan Kota

Kewenangan VOC selesai serta ambruk pada tahun 1799, tidak lain yang terdapat di Kabupaten Bandung. Dampak perihal itu, penguasa Hindia Belanda dikala itu melaksanakan penukaran banyak orang di rezim.

Herman Willem Daendels ditunjuk bagaikan Gubernur Jendral Awal oleh penguasa Hindia Belanda. Beliau kemudian menginstruksikan pada Bupati Bandung, R. A Wiranatakusumah II, buat memindahkan bunda kota Kabupaten Bandung.

Posisi yang ditunjuk terletak di titik km 0 Bandung( terletak di Jalan Asia- Afrika dikala ini).

Pesan keputusannya dikeluarkan bertepatan pada 25 September 1810. Bertepatan pada itu kesimpulannya diresmikan bagaikan hari jadi Kota Bandung.

5. Bupati Bandung Telah Mempunyai Konsep Pemindahan Warganya

Tanpa sepengetahuan Gubernur Jendral asal Belanda itu, R. A Wiranatakusumah II, telah membuat konsep pemindahan penduduknya pada tahun 1809. Beliau apalagi telah menciptakan posisi yang sesuai bagaikan bunda kota, meski wilayahnya sedang ialah hutan.

Bupati Bandung ini pula telah hendak memusatkan warganya bermukim lebih ke utara, sebab memanglah telah terdapat pemukiman di situ. Wilayahnya merupakan Cikapundung Kuno, Desa Bogor, serta Desa Cikalintu( saat ini wilayah Cipaganti).

6. Bandung Bagaikan“ Bunda Kota” Asia- Afrika

Kota Bandung dikira bagaikan bunda kota dari 2 daratan besar, Asia serta Afrika. Era dahulu, banyak negeri di Asia serta Afrika yang ialah negeri kekuasaan. Sebagian tahun sehabis Indonesia merdeka, tercetuslah ilham buat melangsungkan rapat dengan negara- negara di Asia serta Afrika yang terkini merdeka.

Pada tahun 1955, Indonesia menyelenggarakan Rapat Tingkatan Besar Asia Afrika. Pertemuan ini menyuarakan perdamaian serta kontra kolonialisme. 29 negeri terdaftar menjajaki rapat yang berjalan di Bangunan Merdeka, Kota Bandung ini.

Salah satu partisipan KAA, Kesatu Menteri India, Jawaharlal Nehru, diserahkan peluang berpidato. Dalam ceramah itu, beliau berkata Bandung merupakan bunda kotanya Asia- Afrika.

7. Stasiun Sepur Api Bandung, Gapura Penting Mengarah Bandung

Stasiun yang lokasinya terletak di Jalur Kebon Kawung ini telah terdapat semenjak 17 Mei 1884, bersamaan dengan diresmikannya rute sepur Batavia( Jakarta)- Bandung. Setelah itu di tahun 1894, penguasa Hindia Belanda pula meresmikan rute sepur Bandung- Surabaya. Saat sebelum itu, ilham buat dibangunnya stasiun ini berhubungan dengan awal perkebunan di area Bandung pada tahun 1870.

Merambah tahun 1900- an, persisnya pada 1920, gedung stasiun diperbesar serta terbuat dengan style arsitektur kolonial. Pada 16 April 1925 pula luang dibentuk tugu di depan pintu selatan stasiun, bagaikan wujud peringatan 50 tahun Staatsspoorwegen( PT KAI- nya Hindia Belanda pada era itu).

Kemudian pada tahun 1931, stasiun kembali dirombak megah serta terbuat dengan style arsitektur art deco konsep Dokter. Ir. J. W. Ijzerman. Terakhir, penguraian terjalin pada tahun 1990, yang dijadikan bagaikan bagian depan Stasiun Kota Bandung di Jalur Kebon Kawung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *